Halaman

Rabu, 27 Maret 2013

3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar

  • Contoh Kasus
Ancol Ikut Serta dalam Gerakan Indonesia Mengajar Berbagi Inspirasi
Jakarta - Sebagai perseroan yang berkomitmen mewujudkan Ancol sebagai kawasan wisata edukasi, PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk., bersama dengan Indonesia Mengajar, sebuah institusi peduli pendidikan yang didirikan oleh Anies Baswedan pada pertengahan 2009, ikut memberikan inspirasi kepada anak bangsa melalui Kelas Inspirasi. Diadakan pada Rabu, 20 Februari 2013 di SDN 01 Pademangan Barat Pagi, Jakarta Utara, Kelas Inspirasi kali ini, akan dibawa oleh Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk., bersama para profesional yang secara voluntary menjalaninya.

2. Manusia Dan Kebudayaan

  • Contoh Kasus
Spirit Bangau Putih di Bentara Budaya Bali
JAKARTA, KOMPAS.com--Seni olah tubuh tidak hanya berkaitan dengan teknik-teknik dan keterampilan bela diri semata, tetapi juga bermuara pada upaya pencapaian spirit untuk dapat meraih kesejatian hidup. Hal ini menjadi semangat dasar Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih yang diulas dalam diskusi “Pustaka Bentara: Mind, Body, Spirit Bangau Putih” Sabtu malam (16/3) di Bentara Budaya Bali.
Diskusi tersebut secara khusus membahas buku Mind, Body, Spirit : Aku Bersilat Aku Ada karya Bre Redana yang menjadi pembicara bersama Gunawan Rahardja (Guru Besar PGB Bangau Putih) dan Widya Poerwoko.

1. ISD Sebagai Salah Satu MKDU


  • contoh kasus :
Menuju Pendangkalan Nalar
KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk mengintegrasikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah dasar ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia membuat cemas para praktisi ilmu pengetahuan dasar. Mereka membahasnya dalam Forum Diskusi Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, seperti yang diberitakan Kompas, Kamis, 8 November 2012.

Selasa, 04 Desember 2012

4. Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat

  •   (Contoh Kasus)
 Penahanan Djoko Susilo, Contoh yang Baik

 
Penahanan Djoko Susilo, Contoh yang Baik

                      JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (3/12/2012) pukul 18.10 WIB akhirnya menahan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen (Pol) Djoko Susilo. Guru besar Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Jawa Tengah, Prof Dr Jamal Wiwoho, menilai, kecepatan KPK menahan Djoko Susilo merupakan langkah yang tepat dalam due process of law tanpa mempertimbangkan status atau pangkat.

"Penahanan dapat dilakukan untuk mencegah tersangka mengulangi perbuatan, menghilangkan barang bukti, dan mencegah untuk melarikan diri," kata Jamal Wiwoho dalam siaran persnya yang diterima Kompas, Selasa (4/11/2012). Penahanan tersebut, kata Jamal, dapat dimaknai juga sebagai jawaban atas keraguan sebagian masyarakat Indonesia atas kelambanan KPK menangani persoalan simulator surat izin mengemudi (SIM) ini sebagai akibat dari perebutan penanganan perkara ini apakah sebagai domain dari KPK atau kepolisian.

Minggu, 18 November 2012

3. Warga Negara Dan Negara

  • (Contoh Kasus)

Indonesia Negara Korup


                               
       Jakarta - Ketua KPK Abraham Samad mengakui bahwa Indonesia masih tergolong sebagai negara korup. Abraham tidak sembarang bicara, indeks pemberantasan korupsi Indonesia masih rendah.

"Indonesia masih berada di skor rendah (dalam pemberantasan korupsi)," ujar Abraham di depan peserta konferensi di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Indonesia sendiri berada di skor 3 di tahun 2011 dalam rentan 1 hingga 10. Semakin tinggi skor semakin dinilai bersih dari korupsi.

2. Pemuda Dan Sosialisasi

  • (Contoh Kasus)         
 BNN Kota Lhokseumawe Sosialisasi Bahaya Narkoba

                               
  
   Lhokseumawe, (Analisa). Untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe melaksanakan peningkatan kapasitas Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui sosialisasi bagi aparatur kecamatan dan gampong (desa) di kota ini.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 20-21 November 2012 di Hotel Lido Graha dan dikuti 144 peserta terdiri atas unsur kecamatan, sekretaris desa dan tokoh pemuda dari 68 gampong.

1. Individu, Keluarga Dan Masyarakat

  • (Contoh Kasus) 
   
Teater Sastra UI Gelar "Musuh Masyarakat"

 
  Apa yang akan terjadi jika seorang individu menyampaikan fakta yang tidak sesuai dengan keyakinan atau harapan mayoritas masyarakat yang sudah telanjur korup? Tentu saja, ia akan dimusuhi karena dianggap mengusik berbagai kelompok kepentingan mayoritas. Ia akan digilas habis, kecuali jika ia dipagari oleh media massa, LSM atau bahkan partai politik yang bisa jadi hanya memanfaatkan isu untuk kepentingan mereka sendiri.

‘Kebenaran’ yang ia ungkapkan harus berhadapan dengan benteng ‘kebenaran’ status quo. Seorang individu memang dapat menjadi agen perubahan, tapi setiap agen perubahan akan disudutkan untuk berhadapan dengan penentangan, perlawanan, bahkan penyingkiran oleh pihak penguasa atau mayoritas masyarakat yang secara sadar ataupun tidak telah membangun sistem nilai, moral, aturan dan etika yang dianggap ‘benar’, betapa pun rumit, absurd dan anehnya.